Wagub Seno Apresiasi Tiga Daerah Turunkan Stunting
berita
Samarinda --- Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H. Seno Aji, mengapresiasi tiga daerah yang berhasil mencatatkan penurunan angka stunting signifikan, sekaligus menekankan pentingnya penguatan intervensi spesifik dan sensitif untuk mengejar target penurunan prevalensi stunting di tingkat provinsi.
Dalam keterangannya, Seno Aji menyampaikan terima kasih kepada tiga daerah yang telah menunjukkan capaian di bawah rata-rata provinsi. Ketiga daerah tersebut adalah Kutai Kartanegara (Kukar) dengan angka stunting 14,2 persen, Samarinda 20,3 persen, serta Bontang 20,7 persen.
“Kami berterima kasih kepada tiga kabupaten dan kota, yaitu Kutai Kartanegara yang sudah jauh di bawah rata-rata provinsi, kemudian Bontang dan Samarinda. Ketiganya berhasil menurunkan angka stunting,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025 berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (18/11/2025)
Meski demikian, ia menegaskan bahwa masih ada beberapa daerah yang perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama Kutai Timur dan Balikpapan, yang prevalensi stuntingnya masih berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.
“Daerah-daerah ini memerlukan perhatian khusus agar tingkat prevalensi stunting di Kaltim bisa benar-benar berada di bawah angka nasional,” tambahnya.
Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Wakil Gubernur menjelaskan bahwa terdapat dua pilar utama yang harus dijalankan pemerintah daerah untuk mencapai target yakni Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif.
Seno Aji menekankan bahwa intervensi sensitif membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten dan kota. Namun ia juga mengingatkan bahwa intervensi spesifik tetap menjadi faktor yang paling menentukan.
“Intervensi spesifik ini harus dilakukan secara masif melalui OPD terkait di masing-masing daerah,” tegasnya.
.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pengukuran stunting paling banyak dilakukan pada kelompok usia 0–11 bulan. Pada rentang usia ini, menurutnya, perbedaan hasil timbangan dan tinggi badan sangat mungkin terjadi, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam penentuan prevalensi.
.
“Anak usia di bawah satu tahun sering kali terlihat tidak sesuai standar, tetapi setelah mendapatkan penanganan orang tua dan fasilitas kesehatan, mereka dapat tumbuh dengan cepat,” jelasnya.
.
Melalui koordinasi yang lebih kuat dan pelaksanaan intervensi yang tepat sasaran, Pemerintah Provinsi Kaltim optimistis dapat menurunkan angka stunting dan mencapai target nasional pada tahun-tahun mendatang.
TAGGED :
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak
Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Dewi Sartika No.13
0541-747481
dkp3akaltim1@amail.com
dp3a.kaltim
DKP3A Provinsi Kaltim
LINK TERKAIT
DP3A KOTA
DP3A KABUPATEN
STATISTIK PENGUNJUNG
| Hari Ini | : | 244 |
| Kemarin | : | 181 |
| Bulan Ini | : | 5816 |
| Tahun Ini | : | 5816 |
| Total | : | 5816 |
Copyright - DP3A PRONVINSI KALIAMTAN TIMUR - 2025