Data Adalah Fondasi Membangun Kalimantan Timur Lebih Inklusif, Berkeadilan Dan Berkelanjutan
berita
Balikpapan --- Data terpilah gender dan anak merupakan informasi penting yang harus tersedia untuk mendukung pengambilan keputusan. Data ini tidak hanya memisahkan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga menggambarkan kondisi anak dalam berbagai aspek kehidupan.
Data gender dan anak adalah data yang dikategorikan berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur, yang digunakan untuk memahami dan menganalisis perbedaan kondisi, peran, dan hak antara laki-laki dan perempuan, serta isu-isu perlindungan dan pemenuhan hak anak di berbagai bidang pembangunan.
“Dengan data yang akurat, komprehensif, dan mutakhir, pemerintah dapat merancang program yang tepat sasaran, mencegah terjadinya kesenjangan, dan memastikan perlindungan serta pemenuhan hak-hak perempuan dan anak,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur pada Bimbingan Teknis Data Terpilah Gender dan Anak Provinsi berlangsung di Hotel Swiss Belhotel Balikpapan, Kamis (28/8/2025).
Soraya sapaan akrabnya menambahkan data gender yang perlu diperhatikan meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi dan ketenagakerjaan, kekerasan berbasis gender, serta keterwakilan politik dan kepemimpinan.
“Untuk data gender bidang pendidikn meliputi angka partisipasi sekolah berdasarkan jenis kelamin, angka buta huruf, dan jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan,” terang Soraya.
Sedangkan untuk bidang sesehatan meliputi angka harapan hidup, angka kematian ibu dan bayi, gizi, serta akses layanan kesehatan perempuan dan laki-laki. Bidang Ekonomi dan ketenagakerjaan meliputi tingkat partisipasi angkatan kerja, jenis pekerjaan, tingkat upah, dan akses terhadap sumber daya ekonomi.
“Selanjutnya Kekerasan berbasis gender meliputi jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan, KDRT, perdagangan orang, dan perlindungan hukum. Sedangkan Keterwakilan politik dan kepemimpinan meliputi jumlah perempuan yang duduk di jabatan publik atau politik dibanding laki-laki,” imbuhnya.
Ia melanjutkan, terkait data anak yang penting dikumpulkan adalah kumlah dan sebaran anak berdasarkan usia, jenis kelamin, dan wilayah. Status pendidikan anak yang meliputi angka putus sekolah, partisipasi PAUD hingga SMA, dan anak berkebutuhan khusus.
“Selanjutnya status kesehatan anak yaitu imunisasi, gizi, stunting, angka kematian bayi dan balita. Untuk perlindungan anak meliputi jumlah kasus kekerasan pada anak, pernikahan anak, eksploitasi anak, anak jalanan, serta anak yang berhadapan dengan hukum,” ujarnya.
Terakhir adalah partisipasi anak yang meliputi keikutsertaan dalam forum anak, kegiatan sosial, dan ruang partisipasi publik.
Soraya menyebut data adalah fondasi. Dengan data yang baik, program yang sedang dijalankan akan tepat sasaran.
“Dengan data yang kuat, kita bisa melindungi perempuan dan anak lebih baik. Dan dengan data yang terintegrasi, kita bisa membangun Kalimantan Timur yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tutupnya. (dp3a/rdg)
TAGGED :