Pengentasan Stunting Tidak Hanya Berfokus Pada Intervensi Spesifik, Namun juga Intervensi Sensitif
berita
Pengentasan Stunting Tidak Hanya Berfokus Pada Intervensi Spesifik, Namun Juga Intervensi Sensitif
Samarinda --- Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni menerima audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, didampingi Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur Anik Nurul Aini, Selasa (26/5/2026)
Dalam audiensi tersebut, Sunarto menyampaikan bahwa program pengentasan stunting tidak hanya berfokus pada intervensi spesifik, namun juga intervensi sensitif seperti penyediaan rumah layak huni, akses jamban sehat, serta ketersediaan air bersih bagi keluarga berisiko stunting (KRS).
Sekda Sri Wahyuni menyambut baik pertemuan ini serta kesiapan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur dalam memberikan data KRS by name by address agar intervensi program bantuan dapat lebih tepat sasaran.
“Data KRS yang ada perlu dilakukan verifikasi dan penapisan bersama Pemerintah Kabupaten/Kota agar data yang digunakan semakin valid dan tepat sasaran. Tahun ini juga direncanakan bantuan kurang lebih sebanyak 1.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan penurunan stunting di Kalimantan Timur,” tegas Sekda Sri Wahyuni.
Sementara itu, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Muslimin menyampaikan bahwa penurunan stunting di Provinsi Kalimantan Timur masih belum signifikan yang secara umum dipengaruhi rendahnya partisipasi masyarakat untuk datang ke posyandu.
Namun demikian, upaya percepatan penurunan stunting harus tetap menjadi perhatian bersama seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa, camat, wali kota, dan bupati, yang diperkuat melalui regulasi, instruksi, serta pendampingan yang menyeluruh.
Sementara itu, Plt. Kepala DP3A Kaltim Anik Nurul Aini mengatakan siap melakukan sinergi terkait program kegiatan prioritas.
#dp3akaltim #pemprovkaltim #anakterlindungiindonesiamaju #perempuanberdaya
TAGGED :